Optimisme itu sendiri ia utarakan menyusul penemuan bibit padi varietas IPB 3S yang mampu menghasilkan 13,4 ton per hektar (ha).
Berangkat dari hal tersebut, Jokowi mengaku akan terus mendorong jajaran Kementerian Pertanian untuk menanam varietas IPB 3S di lahan seluas 100 ribu ha, dari area percontohan yang saat ini baru mencapai 500 ha.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Yang menarik, di tengah kegiatan pemanenen varietas IPB 3S mantan Gubernur DKI Jakarta ini mengklaim bahwa hampir satu tahun pemerintahannya kebutuhan beras nasional bisa dipenuhii oleh petani lokal tanpa harus mengimpor.
“Masih ditambah lagi panen bulan November. (Jadi) masih ada sisa panen. Tambah dua bulan 300 ribu ton pada akhir tahun,” tuturnya.
Meski optimistis, Jokowi bilang pemeritah tengah menyiapkan beberapa skenario guna menyiasati beberapa kendala yang akan menggangu produksi dan stok beras seperti El Nino.
Pertama, katanya pemerintah akan menunjuk Perum Badan Urusan Logistik (Bulog) sebagai badan penyangga dalam rangka meminimalisir lonjakan harga beras yang kerap 'dimainkan' para spekulan pasca berkurangnya pasokan. Disamping pemerintah juga akan melakukan operasi pasar di sejumlah tempat dalam waktu dekat.
"Ini yang sedang dikalkulasi. Perlu cadangan beras yang benar-benar cukup karena El Nino masih terjadi sampai Desember–Januari," tuturnya.
Tak hanya itu, tambah Jokowi jajarannya juga bakal memberikan insentif kepada para petani untuk bisa memacu gairah mereka dalam memproduksi gabah.
“Dan semuanya masuk sawah, semua berproduksi sehingga hasilnya akan naik,” tandas Jokowi. (dim)