Sementara itu di pasar valuta asing, nilai tukar rupiah menguat 19 poin (0,13 persen) ke Rp 14.674 per dolar Amerika Serikat (AS), setelah bergerak di kisaran Rp 14.661-Rp 14.787 per dolar.
Kepala Riset Millenium Danatama Sekuritas Parningotan Julio mengatakan sentimen yang memberi imbas negatif masih terkait dolar yang bertengger di level Rp 14 ribu meski menguat tipis. Sementara bursa saham regional masih menunggu kepastian Fed rate.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Analis Reliance Securities Lanjar Nafi mengatakan bursa Asia ditutup bervariasi dengan di mana di awal perdagangan mayoritas melemah diiringi dengan pelemahan harga komoditas di awal pekan dan beberapa perusahaan berbasis industri di China alami penurunan laba penjualan.
IHSG menurut Lanjar ditutup tergerus paling dalam di saat nilai tukar rupiah terhadap dolar melemah hingga hampir menyentuh level Rp 14.800. Menurutnya, pelemahan nilai tukar rupiah yang terus menerus membuat investor asing cenderung mengambil langkah aman untuk merealisasikan investasinya.
“Selain itu, beberapa sektor industripun terancam kesuliatan menahan risko kredit akibat pelemahan nilai tukar,” katanya.
Sebanyak 73 saham naik, 210 saham turun, 63 saham tidak bergerak, dan 211 saham tidak ditransaksikan. Sementara, sebanyak sepuluh sektor melemah, dipimpin oleh sektor aneka industri yang turun 5,14 persen dan sektor manufaktur yang turun 2,5 persen.
Saham di sektor aneka industri yang paling terkoreksi adalah PT Gajah Tunggal Tbk (GJTL, Rp 515) yang turun 9,65 persen dan PT Eratex Djaja Tbk (ERTX, Rp 955) yang turun 9,48 persen.
Di sektor manufaktur, saham yang paling melemah adalah PT Sekar Bumi Tbk (SKBM, Rp 945) sebesar 10 persen dan PT Dwi Aneka Jaya Kemasindo Tbk (DAJK, Rp 390) sebesar 9,93 persen.
Dari Asia, mayoritas indeks saham terkoreksi. Kondisi itu ditunjukkan oleh indeks Nikkei225 di Jepang yang turun sebesar 1,32 persen dan indeks Straits Times yang melemah sebesar 1,36 persen, sedangkan indeks Hang Seng di Hong Kong terapresiasi sebesar 0,43 persen.
Sore ini, mayoritas indeks saham di Eropa juga melemah sejak dibuka tadi siang. Indeks FTSE100 di Inggris turun 1 persen, DAX di Jerman yang melemah 1,17 persen, dan CAC di Perancis yang terkoreksi 1,21 persen. (gen)