Reliance Securites memprediksi IHSG akan bergerak pada kisaran 4175-4270 dengan kecenderungan naik. Sementara Sinarmas Investment Research memperkirakan indeks akan berada pada rentang 4205-4261 pada zona hijau.
Lanjar Nafi, Analis Reliance Securites menuturkan pada penutupan perdagangan bulan sebelumnya, Rabu (30/9), bursa Asia mayoritas berbalik menguat (rebound). Menuturnya, meningkatnya data penjualan rumah di Jepang yang jauh di atas ekspetasi membuat investor sedikit optimis akan kekuatan ekonomi di Asia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Investor (tampaknya) telah mengkaji ulang realisasi anggaran infrastruktur pemerintah dan paket kebijakan kedua yang dinilai membawa angin positif bagi bursa saham," jelasnya melalui riset harian Reliance Securities, Rabu (30/9).
Sementara penguatan juga terjadi pada pembukaan mayoritas bursa Eropa, yang rata-rata naik dua persen. Naiknya harga komodiatas dan sentimen dari China yang memangkas pajak kendaran berimbas postif pada optimisme investor di Eropa di akhir bulan lalu.
Sentimen Inflasi
Lanjar Nafi mengatakan sentimen selanjutnya di awal bulan ini akan muncul dari membanjirnya rilis data-data ekonomi dari seluruh dunia. Dari dalam negeri investor akan menunggu data indeks manufakturing Indonesia dan tingkat inflasi.
"Data Manufakturing PMI juga akan keluar di berbagai negara di dunia seperti China yang sangat dinantikan melihat hasil survey sebelumnya cukup buruk di bulan September," tuturnya.
Sinarmas Investment Research dalam kajiannya memperkirakan inflasi September yang akan dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) pada hari ini akan berada di level 0,1 persen dibandingkan bulan sebelumnya (month to month) atau 7,16 persen secara tahunan (year on year).
"Saham-saham yang dapat diperhatikan: BBRI, BBCA, CPIN, SSIA," ujar Sinarmas. (ags)