“Ada 16 perusahaan yang sedang membangun dan hampir selesai. 16 perusahaan itu di sektor tekstil, sepatu dan makanan, dia butuh sekitar 100 ribu lebih tenaga kerja secara bertahap hingga tahun 2019,” ujar Ketua BKPM Franky Sibarani saat konferensi pers di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Jumat (10/2) malam.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Pada dasarnya desk khusus investasi tekstil dan sepatu ini untuk mencegah PHK,” kata Franky.
Berdasarkan subsektornya, investasi di industri pengolahan serat tekstil tumbuh 213 persen menjadi Rp2,04 triliun dari 82 proyek, industri penenunan tekstil tumbuh 613 persen sebesar Rp 162 miliar dari 25 proyek, industri pakaian jadi tumbuh 16 persen sebesar Rp 941 miliar, dan industri perlengkapan pakaian tumbuh 563 persen sebesar Rp 216 miliar dari 15 proyek.
Sementara itu, realisasi investasi untuk sektor alas kaki pada paruh pertama 2015 tercatat naik 613 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu menjadi Rp 759 miliar dari 69 proyek.
Lebih lanjut, potensi ekspor sektor tekstil dan alas kak masih cukup besar. Tahun lalu, ekspor tekstil dan pakaian jadi Indonesia hanya sebesar 1,85 persen dari nilai pasar global sebesar US$700 miliar dan ekspor sektor alas kaki hanya sebesar 4 persen dari nilai pasar global US$100 miliar. (ags)