Satya bilang pemerintah seharusnya menurunkan harga jual produk BBM PT Pertamina (Persero) karena pelemahan harga minyak dunia dan minyak pasar Singapura (MOPS).
"Harusnya 1 Oktober kemarin turun. Kalau diturunkan sekarang jadi hilang momentum," ujar Satya di Jakarta, Senin (5/10).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadi kalau sekarang berbicara penurunan di 5 Oktober, itu sudah lucu. Waktu evaluasi kan sudah kita batasi kan," ungkap Satya.
Merespons kebijakan tersebut, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mendesak agar mantan petinggi divisi pengadaan Pertamina, Integrated Supply Chain (ISC) itu mengevaluasi ulang penetapan harga jual BBM lantaran saat ini harga minyak dunia sudah berada di level US$ 46 per barel.
Berbekal wacana tadi, Satya pun menegaskan bahwa jika nantinya pemerintah menurunkan harga BBM, harganya harus sama dengan harga keekonomian. Ini dimaksudkan agar masyarakat tak menganggap mereka telah menyubsidi negara.
"Sebenarnya keputusan ini agar lebih transparan saja. Karena kita tidak mengikuti harga pasar secara mutlak, makanya harga itu dijaga. Itu yang membedakan ekonomi pasar dengan yang tidak," kata Satya. (gen)