“Seharusnya fokus saat ini adalah untuk menyelamatkan industri agar tidak terjadi PHK besar-besaran," kata Fadel, kemarin.
Salah satu poin yang menjadi pertimbangan mantan Menteri Kelautan dan Perikanan tersebut dalam menilai target Rp 142,7 triliun tidak realistis adalah perlambatan ekonomi yang terjadi saat ini. Menurut Fadel, jangan sampai industri terkena beban baru dengan kenaikan cukai tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya, Ketua Umum Gabungan Pengusaha Rokok Putih Indonesia Muhaimin Mufti mengaku keberatan dengan kenaikan cukai yang tinggi.
"Seperti telah kami sampaikan kepada Pemerintah dan Kementerian Keuangan RI dalam berbagai kesempatan, angka penerimaan cukai hasil tembakau 2016 yang realistis adalah sebesar Rp 129 triliun," katanya. (gen)