Angka tersebut masih 5 persen di bawah target produksi siap jual (lifting) dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBNP) 2015 yang ditetapkan pada angka 825 ribu bph.
Sementara untuk rerata produksi gas bumi, Zuldadi bilang besarannya berada di angka 8.030 juta kaki kubik per hari (MMSCFD), atau 1192 MMSCFD di atas target APBNP 2015 yang dipatok pada angka 6.838 MMSCFD.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Zuldadi mengungkapkan, tak tercapainya target lifting minyak mentah hingga awal bulan kesepuluh ini tak lepas dari beberapa faktor teknis dan non-teknis yang terjadi di lapangan. Dua kendala tersebut menjadikan produksi minyak mentah Indonesia masih berada di bawah target lifting.
"Di awal tahun, KKKS (kontraktor kontrak kerjasama) offshore terkendala cuaca. Di pertengahan tahun kejadian (perusakan fasilitas) di Exxon Cepu membuat produksinya tertahan," jelasnya. (gen)