Presiden Direktur HM Sampoerna Paul Janelle mengklaim bahwa pelaksanaan HMETD mendapatkan tanggapan positif dari pelaku pasar internasional setelah perusahaan melakukan penawaran ke lantai bursa London hingga Singapura. Kendati demikian, ia mengaku belum mendapat pembeli potensial yang berniat membeli penawaran tersebut.
"Mereka (para investor) melihat hal ini sebagai sebuah confidence. Ada ketertarikan mengingat kita melakukan hal ini di tengah lesunya ekonomi. Ketertarikan ada, tapi kita belum bisa bilang ada pembeli yang benar-benar potensial," jelas Paul di Jakarta, Jumat (9/10).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hal itu juga menjelaskan mengapa harga penawaran saham perusahaan diturunkan dari Rp 63 ribu hingga Rp 99 ribu per lembar saham menjadi Rp 77 ribu per lembar saham.
Dengan demikian, maka nanti saham perusahaan yang diperuntukkan untuk publik menjadi 7,5 persen, atau sesuai dengan Surat Keputusan Direksi PT BEI Nomor Kep-00001/BEI/01-2014 yang mewajibkan semua perusahaan publik yang terdaftar untuk melepas minimal 7,5 persen dari total modal disetor ke publik paling lambat 30 Januari 2016.
Atas hal tersebut, maka PT Philip Morris Indonesia (PMID), selaku pemegang saham mayoritas Sampoerna, akan mengalami penurunan proporsi sebesar 5,68 persen, sehingga nanti saham mereka hanya berkontribusi sebesar 92,5 persen saja. Untuk diketahui, saat ini proporsi saham PMID adalah sebesar 98,18 persen dari total saham Sampoerna.
Diketahui juga bahwa perusahaan akan menjual 264.209.711 dari HMETD yang menjadi haknya dalam suatu penawaran terbatas kepada investor institusional. Sedangkan PMID akan melaksanakan sisanya sebanyak 600.640 HMETD yang menjadi haknya. (gen)