Angka tersebut naik 16,8 persen dari realisasi pencairan pinjaman dana tahun lalu dengan periode yang sama yakni Rp 1,815 triliun. Realisasi pinjaman tersebut telah direalisasikan untuk membiayai 398.819 unit rumah.
Direktur Utama SMF Raharjo Adi Susanto mengatakan, meski perlambatan penyaluran kredit tengah melanda perbankan , hal itu tidak banyak memengaruhi penyaluran pinjaman dana Kredit Pemilikan Rumah (KPR) kepada bank peyalur KPR.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini bukti komitmen pemerintah dalam mewujudkan protgram satu juta rumah," ujar Raharjo di Malang, Jumat (9/10).
"Asas kehati-hatian tentunya kami terapkan untuk memperoleh tingkat risiko kredit yang rendah, yaitu hingga saat ini SMF tidak ada NPL (Non-Performance Loans)," tutur Raharjo.
Raharjo menyatakan perseroan terus berupaya meningkatkan penyaluran pinjaman pada bank pembangunan daerah, maupun perusahaan pembiayaan, selain perbankan konvensional melalui pendanaan dari pasar modal.
Dengan melalui sekuritisasi, debitur akan memperoleh pembiayaan dengan pendanaan jangka panjang dari pasar modal. Kegiatan yang dilakukan SMF tersebut diharapkan secara bertahap mampu menciptakan mekanisme pasar yang dapat menurunkan tingkat suku bunga KPR.
SMF, yang merupakan perusahaan pelat merah, mampu mencatatkan perolehan laba bersih sebesar Rp 192 miliar hingga September 2015, atau telah memenuhi 96,54 persen dari target pendapatan tahun ini yang mencapai Rp 198,52 miliar.