"Freeport itu tambang emas yang paling menguntungkan di dunia. Nah Freeport ini saat ini kepepet. Nilai valuasi turun 0,25 persen. Mereka juga rugi karena investasi US$ 15 miliar di Meksiko dry hole dan duit mereka hilang. Mereka kepepet dan andalan satu-satunya adalah Indonesia," ujar Rizal dalam rapat bersama Badan Anggaran DPR RI, Selasa (13/10).
Akibat keadaan itu, lanjut Rizal, Freeport Indonesia secara agresif mengajukan perpanjang kontrak karya yang disampaikan melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Alam (ESDM).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Freeport tahun 1967 sampai 2014 hanya bayar royalti emas 1 persen, royalti tembaga 0,5 persen, padahal di seluruh dunia royalti 6 sampai 7 persen. Kenapa? karena ada KKN (Korupsi, Kolusi dan Nepotisme). Setiap perpanjangan kontrak terjadi KKN," tuding Rizal.
"Freeport ini paling mencla mencle soal divestasi. Ada aja alasan. Newmont aja bayar," ujarnya.
"Maksud saya semakin mepet mereka semakin tinggi bargaining kita. Yang kami inginkan adalah bayar royalti 6 sampai 7 persen. Kalau awal orde baru itu tidak mungkin. Karena saat itu yang terjadi, mohon maaf, pejabat nya banyak yang disogok," ujarnya. (gir/gir)