Pria yang akrab disapa AB ini mengungkapkan harga produk BBM non-subsidi akan dievaluasi per dua minggu sekali. Tidak menutup kemungkinan, harga Pertamax 92 akan kembali turun pada 1 November mendatang dengan mempertimbangkan harga acuan indeks Mean of Platts Singapore (MOPS).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya, Pertamina juga telah menurunkan harga Pertamax- 92 sebesar Rp 250 per liter dari Rp9.250 per liter menjadi Rp9.000 per liter pada 1 Oktober 2015 lalu.
Sejak awal Oktober, kurs rupiah memang terus menguat. Kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) mencatat nilai tukar rupiah pada Selasa (13/10) Rp13.577 per dolar AS menguat 7,48 persen dari kurs awal bulan, Rp14.654 per dolar AS. (stu)