Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Rizal Ramli menjelaskan pengaturan harga CPO dunia sangat mungkin dilakukan oleh dua negara satu rumpun tersebut, mengingat Indonesia dan Malaysia merupakan penghasil CPO terbesar di dunia.
“Saat dua pemerintah bertemu, kami merumuskan langkah-langkah konkrit untuk memperbaiki harga yang turun terus. Padahal Indonesia-Malaysia itu memproduksi 85 persen CPO dunia,” kata Rizal di kediaman dinasnya, kemarin malam.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Negara Barat semakin lama menggunakan standar yang semakin tinggi, tapi pasti pada akhirnya mereka mengikuti. Karena efisiensi CPO kalau diadu dengan minyak kedelai atau bunga matahari bisa 6-8 kali lebih efisien. Tidak mungkin produk CPO kita disaingi. Jangan mau diatur lagi,” tegas Rizal.
“Tetapi nanti ketika dipublikasikan, kita jelaskan bahwa pertimbangan menjaga harga dan standar kualitas adalah demi 4 juta petani sawit kecil di Indonesia dan 400 ribuan di Malaysia. Kalau petani itu diminta ikuti kualitas standar Eropa, kasihan karena akan kesulitan,” jelasnya.
Rizal mengaku sudah bertemu dengan perusahaan-perusahaan perkebunan kelapa sawit besar di Indonesia dan Malaysia, yang semuanya disebut Rizal menyetujui usulan tersebut. (gir/gir)