Asal tahu, fly ash (abu terbang) dan bottom ash (abu dasar) merupakan limbah yang dihasilkan dari Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) batubara. Di mana kedua limbah tersebut akan digunakan untuk pembangunan infrastruktur pekerjaan umum dan perumahan rakyat.
“Sampai tahun ini saja pembangkit batubara telah mengonsumsi hampir 80 juta ton per tahun. Kalau Program 35.000 MW jalan, maka di akhir tahun 2019 diperkirakan ada 180 juta ton hingga 209 juta ton batubara yang dibakar dan lima persen dari volume tersebut, sekitar delapan hingga sembilan juta ton akan menjadi fly ash dan bottom ash,” ujar Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Jarman seperti dikutip dari laman resminya, Minggu (18/10).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian PU-Pera Arie Setiadi Moerwanto menambahkan fly ash dan bottom ash sendiri akan dimanfaatkan dalam pembuatan paving blok, batako, konstruksi beton.
Adapun dipakainya dua limbah tersebut dimaksudkan untuk mengurangi semen, dan dapat dimanfaatkan pula untuk stabilisasi tanah dasar, khususnya jenis tanah ekspasif. (dim)