Meskipun lebih tinggi sedikit dibandingkan estimasi analis di angka 6,8 persen, tetap saja penurunan pertumbuhan ekonomi tersebut menjadi tekanan tersendiri bagi para pembuat kebijakan di negeri tirai bambu untuk menurunkan suku bunga lebih lanjut. Sekaligus menggelar langkah-langkah pendukung lainnya untuk mencegah perlambatan semakin tajam.
Para pemimpin China pun berusaha untuk meyakinkan pasar global yang tengah gelisah selama berbulan-bulan dengan berupaya meyakinkan bahwa ekonomi negara tetap berada di bawah kontrol. Terutama setelah bank sentral China membuat kebijakan yang mengejutkan terkait devaluasi yuan pada Agustus lalu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Badan Statistik China juga mengeluarkan data produksi pabrik-pabrik di China pada September yang naik 5,7 persen, dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Belanja sektor ritel juga tercatat naik 10,9 persen. (gen)