Meski demikian, Jokowi memastikan beras hasil impor tidak tidak akan dijual ke masyarakat. Namun pemerintah sebagai pembuat perjanjian impor beras, akan mencatatnya sebagai stok beras nasional.
"Impor itu kita lakukan untuk memperkuat cadangan beras nasional, tetapi bisa ditaruh di Vietnam atau Thailand, bisa ditaruh di sini," ujar Jokowi, Rabu (21/10).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Diputuskan kalau sudah kelihatan, kalau minggu ketiga, minggu keempat Oktober hujannya masih ragu-ragu, ya memang kalau perlu ditarik ke Indonesia," kata dia.
"Lonjakannya langsung beberapa kali lipat. Intensifikasi seperti ini yang diperlukan, sehingga hasil produksi dapat meningkat total," ujar Jokowi saat meninjau panen padi bibit varietas IPB 3S di Desa Cikarang, Kabupaten Karawang beberapa waktu lalu.
Yang menarik, di tengah kegiatan pemanenen varietas IPB 3S mantan Gubernur DKI Jakarta ini mengklaim bahwa hampir satu tahun pemerintahannya kebutuhan beras nasional bisa dipenuhii oleh petani lokal tanpa harus mengimpor.
Bahkan, Jokowi mengatakan cadangan beras nasional saat ini masih berada di batas aman dengan jumlah mencapai 1,7 juta ton.
"Masih ditambah lagi panen bulan November. (Jadi) masih ada sisa panen. Tambah dua bulan 300 ribu ton pada akhir tahun," kata dia ketika itu. (gen)