"Yang jelas paket kelima sudah dipersiapkan tim ekonomi. Kurang lebih nendangnya sama dengan paket ketiga dan keempat," ujar Pramono di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Rabu (21/10) malam.
Politisi yang akrab disapa Pram itu memperkirakan bahwa paket kebijakan ekonomi terbaru akan diumumkan paling cepat besok pagi atau ada kemungkinan pada pekan depan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Presiden Joko Widodo (Jokowi) siang tadi mengumumkan kepada para kepala daerah yang hadir dalam rapat koordinasi pemerintah bahwa besok pagi pihaknya akan mengeluarkan paket kebijakan kelima.
Sang kepala negara mengaku tidak ingin pertumbuhan ekonomi Indonesia kalah dengam Vietnam atau India, karena kedua negara tersebut terbukti mempercepat pertumbuhan ekonominya.
"Kalau tidak mau mereformasi, mengubah, ya akan ditinggal betul," kata dia.
Sebagaimana diketahui, Pemerintah telah meluncurkan empat paket kebijakan ekonomi. Paket jilid I diluncurkan pada 9 September 2015 dengan fokus mendorong daya saing industri nasional melalui deregulasi, debirokratisasi, serta penegakan hukum dan kepastian usaha.
Selain itu, pemerintah juga ingin mempercepat proyek strategis nasional dengan menghilangkan berbagai hambatan, sumbatan dalam pelaksanaan dan penyelesaian proyek strategis nasional. Terakhir paket tersebut menginginkan peningkatkan investasi di sektor properti.
Dilanjutkan dengan paket jilid III yang diluncurkan pada 7 Oktober 2015 memfokuskan pada penurunan harga energi dan perbaikan iklim usaha.
Terakhir, paket jilid IV yang diluncurkan pada 15 Oktober 2015 dengan fokus untuk membuka lapangan kerja yang seluas-luasnya, dimana dunia usaha dan investasi diberikan kemudahan untuk membuka lapangan kerja. (gir/gir)