Jika lima proyek ini selesai, BKPM berharap dayanya bisa menambah proyek 35 ribu MW yang tengah dikerjakan oleh pemerintah, karena berhasil memenuhi 25,14 persen dari kebutuhan lima tahun mendatang.
Deputi bidang Pengendalian Penanaman Modal BKPM Azhar Lubis mengatakan bahwa realisasi proyek-proyek ini merupakan realisasi dari lima pengusahaan listrik yang mengajukan izin prinsip sejak 2013 lalu. Total nilai investasi pembangunan-pembangunan tersebut mencapai Rp 16 triliun.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia melanjutkan kalau beberapa proyek ini bahkan ada yang sudah hampir rampung yaitu yang berlokasi di Bali dan Banten.
"Jenis investasi ini kan ada yang langsung di listrik dan ada juga yang investasi tambahan dari industri lain yang membangun pembangkit untuk kebutuhannya sendiri dan dijual ke PLN. Memang di sini tantangannya adalah bagi PLN, terutama untuk menyiapkan jaringannya. Kalau listrik ini terbangun tapi jaringannya tidak tersedia, jadinya tak ada manfaatnya," tuturnya.
Sedangkan program listrik 35 ribu MW sendiri membutuhkan investasi total US$ 72,94 miliar yang akan digunakan untuk membangun 291 pembangkit, 732 set transmisi, 1.375 unit gardu induk. Dengan kata lain, pemerintah berharap proyek sebanyak US$ 62,12 miliar, atau 85,17 persen dari total nilai proyek, bisa dibiayai oleh swasta.
Sedangkan BKPM mencatat adanya realisasi investasi di sektor ketenagalistrikan, air, dan gas pada periode Januari hingga September tahun ini tercatat di angka Rp 37,89 triliun. Angka itu sedikit mengalami penurunan dibandingkan periode yang sama tahun lalu dengan angka Rp 41,20 triliun. (gen)