"Indonesia bisa membuktikan di kuartal III bisa berbalik jadi 4,85 persen. Apabila didukung upaya reformasi struktural akan membawa kinerja yang lebih baik," ujarnya di Istana Kepresidenan, Kamis (22/10).
Menurutnya, negara-negara di dunia tengah memperhatikan dinamika ekonomi negara berkembang, termasuk Indonesia. Apabila terbukti, Agus menilainya sebagai titik balik positif perekonomian nasional setelah melambat pada kuartal II dengan hanya tumbuh 4,7 persen.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya, Bank Dunia mengingatkan Indonesia akan sejumlah ancaman yang dapat mengganggu perekonomian nasional. Antara lain pelemahan perdagangan global, rendahnya harga komoditas serta melambatnya pertumbuhan investasi maupun konsumsi domestik hingga El Nino dinilai menjadi tantangan.
Kendati demikian Bank Dunia tetap memuji upaya pemerintah Indonesia dalam meningkatkan kualitas belanja melalui pemberian stimulus seperti paket kebijakan. Stimulus ini diharapkan mampu membantu Indonesia mengarungi tahun depan. (ags/gen)