Untuk mendapatkan sebanyak 100 merek produk dan merek termahal di Indonesia, Brand Finance menggunakan data dari berbagai lembaga seperti Havas, BAV, Consulting, Alexa, Bloomberg, Melwater, V1360, CSR Hub dan Novagraaf.
Dalam data terbaru yang dirilis Brand Finance, emiten dengan kode saham TBIG ini berada di peringkat 45, naik dibanding 2014 yang berada di 49.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Untuk perusahaan yang baru berdiri 10 tahun, prestasi ini luar biasa. Kami belum puas dan ingin terus tumbuh menjadi yang terbesar di Indonesia serta regional,” ungkap Presiden Direktur Tower Bersama Herman Setya Budi, Senin (26/10).
Ditambahkannya, tak hanya kuat dari sisi merek, Tower Bersama juga diakui salah satu perusahaan yang terbaik mengelola Sumber Daya Manusia di ajang Indonesia Human Capital Studi Award 2015.
“Dua penghargaan dari ajang berbeda ini menunjukkan Tower Bersama perusahaan yang berhasil menyeimbangkan tujuan bisnis dan pengembangan SDM. Ini artinya TBIG adalah perusahaan yang layak dijadikan berinvestasi dan tempat bekerja,” pungkasnya.
Per 30 Juni 2015,Tower Bersama memiliki 19.416 penyewaan dan 12.159 site telekomunikasi, terdiri dari 11.154 menara telekomunikasi, 941 shelter-only dan 64 jaringan DAS. Sedangkan angka total penyewaan pada menara telekomunikasi sebanyak 18.411, maka rasio kolokasi (tenancy ratio) Perseroan menjadi 1,65.