Ekonom Mandiri Sekuritas, Aldian Taloputra, menyatakan inflasi kemungkinan akan rendah, terutama pada harga makanan yang diprediksi akan melanjutkan tren deflasi karena beberapa makanan utama membukukan penurunan harga.
“Sementara itu, tarif listrik Sept 2015 yang dibayar pada Oktober 2015, turun 1,5 persen secara bulanan,” ujarnya dalam riset, dikutip Senin (2/11).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada kesempatan lain, menurutnya inflasi inti dapat tetap flat (5,08 persen secara tahunan) yang sebagian disebabkan oleh ekonomi yang lebih stabil dan depresiasi rupiah sejak awal tahun (Year to Date/YTD).
Ekonom Samuel Sekuritas, Rangga Cipta mengatakan tekanan global mereda, sementara inflasi ditunggu. Ia menyatakan nilai tukar rupiah tertekan hingga Jumat sore lalu walaupun sentimen pelemahan dollar semakin terasa di pasar keuangan Asia.
Ia menilai sebelumnya penundaan pengesahaan RAPBN (Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja) 2016 semakin mengirimkan kekhawatiran ke pasar terutama kaitannya terhadap pengeluaran pemerintah yang sangat menentukan prospek pertumbuhan.
“Akan tetapi disahkannya RAPBN 2016 pada Jumat malam seharusnya bisa mengurangi tekanan terhadap rupiah apalagi jika sentimen pelemahan dolar AS masih ada serta angka inflasi Oktober yang datang pagi ini turun drastis, diperkirakan ke 6,3-6,4 persen secara tahunan,” jelasnya.
Setelah melambat, Aldian menyatakan PDB (Produk Domestik Bruto) riil atau indikator pertumbuhan ekonomi diprediksi akan tumbuh menjadi 4,8 persen secara tahunan pada kuartal III 2015 dari 4,7 persen secara tahunan pada semester I 2015.
“Karena adanya akselerasi oleh pemerintah, konsumsi publik yang stabil, dan memudarnya efek dari pemilu tahun lalu yang membuat belanja institusi non-profit akan menjadi positif semester ini,” jelas Aldian.
Adapun, ia menilai nilai ekspor juga diprediksi akan membaik dari sisi volume, meskipun dari sisi nilai mengalami kontraksi yang lebih dalam pada kuartal III 2015 karena kontraksi melunak menjadi turun 7,4 persen secara tahunan dari posisi penurunan 9 persen secara tahunan pada kuartal II 2015 (penurunan nilai disebabkan oleh turunnya harga komoditas).
Secara kontras, menurutnya penurunan volume impor lebih tenggelam menjadi melemah 4,8 persen secara tahunan dari penurunan 1,5 persen secara tahunan pada periode yang sama karena permintaan impor migas yang turun.
“Secara keseluruhan, kami memprediksi kontribusi ekspor bersih terhadap PDB pada kuartal III 2015 akan lebih baik daripada kuartal sebelumnya. Sebagai informasi, PDB kuartal III 2015 akan diumumkan pada 4 November,” jelasnya. (gir/gir)