Vice President Corporate Communication Telkom, Arif Prabowo menjelaskan rencana akuisisi ini masih diproses di badan investasi AS, otoritas Guam, negara persemakmuran Amerika Serikat dan juga komisi komunikasi AS (FCC).
"Kami harapkan akuisisi ini segera rampung pada awal tahun depan, bisa Januari atau Februari tapi kita tak bisa prediksi tepatnya kapan," ujar Arif di Jakarta, Senin (2/11).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kendati demikian, ia masih belum mau membocorkan target ekspansi berikutnya. Lebih lanjut, ia pun tak mau menyebutkan angka kontribusi akusisi Teleguam terhadap target pendapatan perusahaan tahun depan.
"Kita akan sasar Asia Pasifik, dan kita akan mencari terus perusahaan yang bisa kita akuisisi. Otomatis yang bisa memenuhi ke arah digital, karena kita visinya to be the king of digital. Tapi khusus Teleguam, kita belum bisa sebutkan kontribusi ke pendapatan, tentunya kalau closing nanti kita kasih tahu," jelasnya.
PT Telkom hingga kuartal III 2015 telah mencetak pendapatan Rp 75,71 triliun atau meningkat 14,99 persen dari angka Rp 65,84 triliun pada periode yang sama tahun lalu. Sebanyak Rp 1,40 triliun, atau 1,85 persen dari pendapatan dihasilkan dari kegiatan operasional perusahaan di luar negeri.
Untuk tahun ini, rencananya PT Telkom menargetkan pendapatan sebesar Rp 100 triliun atau meningkat 11,49 persen dari realisasi pendapatan Telkom sebesar Rp 89,69 triliun pada tahun lalu. Sedangkan pada tahun depan, Alex sendiri berharap bisa mencetak pertumbuhan pendapatan di atas rata-rata pertumbuhan industri telekomunikasi, dimana angka tersebut akan terlihat pada akhir tahun mendatang.
Sebelumnya, Telkom melalui anak perusahaannya, Telekomunikasi Indonesia International USA Inc (Telkom USA), telah mengakuisisi AP TeleGuam Holding Inc merupakan induk perusahaan GTA TeleGuam. Adapun perusahaan tersebut adalah salah satu operator telekomunikasi di Guam yang menyediakan layanan telekomunikasi telepon tetap, telepon seluler, Internet, dan televisi berlangganan. (ags/gen)