GM Corporate Secretary Express Group, Merry Anggraini mengatakan di antara perlambatan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2015, perseroan masih dapat membukukan peningkatan pendapatan. Namun, ia mengaku laju kinerja perseroan tak semulus harapan, salah satunya akibat penaikan beban usaha.
“Meskipun memang beban usaha perseroan juga meningkat disebabkan adanya tambahan lini bisnis baru, di mana lini bisnis baru ini sedang diupayakan untuk ditingkatkan efisiensi dan efektivitasnya,” jelasnya dalam keterangan resmi, Senin (2/11).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lebih lanjut, beban gaji dan tunjangan turut melonjak hingga 29,03 persen menjadi Rp 94,58 miliar, dari Rp 73,29 miliar. Hal itu juga diikuti lonjakan beban pengemudi sebesar 531,9 persen menjadi Rp 39,93 miliar dari Rp 6,32 miliar.
“Kondisi pasar yang lesu saat ini memang berakibat pada penurunan daya beli masyarakat, disamping adanya persaingan yang semakin ketat dengan munculnya layanan transportasi berbasis aplikasi mobile,” ungkapnya.
Merry mengatakan, dalam menghadapi kondisi saat ini, perseroan sedang dalam proses mempersiapkan beberapa strategi inisiatif untuk meningkatkan pendapatan dan efisiensi operasional serta optimalisasi dari seluruh aset yang dimiliki oleh perseroan.
Strategi inisiatif tersebut, lanjutnya, terkait akan dilakukan dalam beberapa langkah, seperti perlunya perbaikan serta peningkatan layanan kepada para pelanggan. Perseroan akan memperbaiki kualitas layanan dengan meningkatkan standar layanan dan kebersihan pada unit-unit taxi yang beroperasional untuk meningkatkan keamanan dan kenyamanan para pelangan.
Selain itu, ia mengaku perseroan juga sedang berupaya untuk meningkatkan sistem aplikasi untuk meningkatkan kontrol atas biaya dan aktivitas kendaraan, termasuk juga mempermudah pelanggan dalam melakukan pemesanan taxi. Adapun, opsi lain peningkatan kinerja adalah dengan menjual aset.
“Perseroan senantiasa melakukan re-assessment terhadap setiap aset dan lini bisnis, untuk meningkatkan efisiensi operasional dan optimalisasi aset Perseroan. Bilamana dari hasil re-assessment diketahui terdapat aset yang tidak dapat digunakan secara optimal, penjualan akan aset terkait akan dilakukan untuk meningkatkan dan mengembangkan marjin perseroan,” jelasnya.
Dari sisi struktur pinjaman, Merry menyatakan perseroan sedang melakukan evaluasi untuk mengoptimalkan utilisasi dari pinjaman tersebut. Ia mengatakan pihaknya meyakini dengan melakukan seluruh strategi inisiatif di atas, peningkatan atas kinerja perseroan dapat senantiasa dilakukan.