"Mengenai belanja K/L dengan transfer ke daerah, kalau di nota keuangan awal, transfer ke daerah sedikit lebih besar dari pada belanja K/L. Namun karena ada penurunan penerimaan, dan ada beberapa kebutuhan prioritas terutama di K/L, maka diputuskan belanja K/L menjadi kembali di atas transfer ke daerah," tuturnya di Istana Kepresidenan, Senin (2/11).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2016, total belanja negara dianggarkan sebesar Rp 2.095,7 triliun. Pagu anggaran tersebut terbagi untuk belanja K/L sebesar Rp 784,1 triliun, belanja non K/L Rp 541,4 triliun, transfer ke daerah Rp 723 triliun, dan dana desa Rp 47 triliun.
Percepat Lelang Proyek
Menteri Keuangan mengatakan Presiden Joko Widodo (Jokowi) lagi-lagi mengarahkan agar K/L mempercepat tender proyek infrastruktur guna memaksimalkan penyerapan anggaran belanja modal pada tahun depan. Menurutnya, proses lelang sudah bisa dilakukan saat ini mengingat UU APBN 2016 sudah disahkan parlemen pada pekan lalu.
"Ada empat kementerian yang harus segera melakukan lelang lebih cepat, karena mereka punya banyak proyek infrastruktur, yaitu Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Kementerian Perhubungan, Kementerian Pertanian, dan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM)," jelasnya.
Keempat kementerian tersebut, kata Bambang, masuk dalam 10 instansi penerima anggaran belanja K/L paling besar pada tahun depan. Ke-10 instansi tersebut meliputi:
- Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Rp 104,1 triliun
- Kementerian Pertahanan Rp 99,5 triliun
- Kepolisian RI Rp 73 triliun
- Kementerian Kesehatan Rp 63,5 triliun
- Kementerian Agama Rp 57,1 triliun
- Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Rp 49,2 triliun
- Kementerian Perhubungan Rp 48,5 triliun
- Kementerian Riset dan Teknologi Rp 40,6 triliun
- Kementerian Keuangan Rp 39,3 triliun
- Kementerian Pertanian Rp 31,5 triliun