Direktur Utama Pertamina Ira Puspadewi menjelaskan, upaya meningkatkan pendapatan akan dilakukan melalui tiga unit bisnis yang dijalani perusahaan yaitu ritel, properti, dan jasa perdagangan.
Menurut Ira, unit bisnis ritel Sarinah akan menambah jumlah toko khusus bernama gerai hijab tahun depan menjadi 22 toko dari saat ini berjumlah 10 toko.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dari bisnis jasa perdagangan, Sarinah akan menggenjot ekspor mebel dari kayu dan rotan dengan pasar ekspor meliputi Turki, Korea dan Belanda. Ira melihat nilai ekspor mebel yang dilakukan Sarinah masih relatif kecil meski terjadi kenaikan sebesar 10 persen tahun ini.
"Gedung Sarinah yang tadinya ruangannya banyak kosong, sekarang tingkat isian (okupansi) sudah mencapai 99,8 persen," ujar Ira.
Penurunan Kinerja
Seluruh upaya meningkatkan pendapatan tersebut menurut Ira bisa menghasilkan laba bersih bagi perusahaan sebesar Rp 25 miliar. Naik dibandingkan proyeksi laba bersih 2015 yang mencapai Rp 18 miliar.
Perbaikan dari sisi pendapatan dan laba bersih tersebut menurut Ira sekaligus memperbaiki kinerja 2015 Sarinah yang mengalami penurunan. Pendapatan 2015 sebesar Rp 300 miliar yang diperkirakan, mengalami penurunan sebesar 10 persen dibandingkan realisasi pendapatan 2014.
“Nilai tukar rupiah yang turun berakibat pada melemahnya daya beli masyarakat. Namun di 2016 proyeksinya kinerja keuangan Sarinah akan kembali membaik,” katanya. (antara)