“Mudah-mudahan sampai akhir tahun kita bisa capai Rp 4 triliun, sekarang sudah Rp 2,9 triliun,” tutur Direktur BRI Mohammad Irfan saat ditemui di sela sela acara Focus Group Discussion Program Jangkau, Sinergi, dan Guideline (Jaring) di Hotel Borobudur, Jakarta, Selasa (3/11).
Pria yang akrab disapa Irfan ini menyebutkan sebagian besar tingkat bunga kredit program jaring masih di atas bunga kredit usaha rakyat (KUR) atau di atas 12 persen. Irfan memperkirakan hanya sekitar lima persen-an dari total pinjaman baru yang disalurkan BRI untuk program Jaring sektor KP yang bunganya ada di kisaran bunga KUR.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Kami kan ngasih yang punya alat produksi, punya kapal kecil kemudian punya pengolahan kemudian punya cool box untuk dagang itu kami kasih (kredit),” tutur Irfan.
“Kredit Usaha Rakyat itu yang penting feasible, usahanya layak. Belum bankable nggak papa tapi yang penting usahanya harus layak dulu,” ujarnya.
BRI sendiri hingga September 2015 telah menggelontorkan kredit sebesar Rp 518,9 triliun, naik 11,8 persen dibandingkan dengan realisasi periode yang sama tahun lalu, Rp 464,2 triliun. Khusus untuk kredit mikro, jumlah kredit yang disalurkan mencapai Rp170,2 triliun atau 32,8 persen dari total kredit. Angka tersebut meningkat 14,7 persen dibandingkan dengan jumlah kredit mikro yang dikucurkan BRI pada periode yang sama tahun lalu, Rp148,4 triliun.