Sekretaris Perusahaan Krakatau Steel Iip Arief Budiman mengatakan bahwa mengingat perkembangan nilai dan harga aset sudah tidak sesuai dengan nilai buku yang tertuang dalam laporan keuangan perseroan maka KS melakukan revaluasi aset terhadap lahan.
“Sehingga memperoleh gain sebesar US$ 1,096 miliar pada Laporan Keuangan Interim Perseroan dan entitas anaknya per 30 September 2015 (unaudited),” jelasnya dalam keterbukaan informasi kepada Bursa Efek Indonesia, Rabu (4/11).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Untuk melakukan penilaian kembali atas aktiva tetap Perseroan, Perseroan telah menunjuk tiga Kantor Jasa Penilaian Publik(KJPP) yaitu KJPP Antonius Setiady dan Rekan, KJPP Maulana, Andesta dan Rekan, serta KJPP Aksa, Nelson dan Rekan sebagai penilai independen untuk melakukan penilaian kewajaran harga tanah,” ujarnya.
Untuk objek penilaian berupa tanah PT Krakatau Bandar Samudera (Anak Perusahaan Perseroan) yang terletak di Jalan Raya Anyer KM. 13, Desa Tegal Ratu, Kecamatan Ciwandan, Kota Cilegon, Provinsi Banten, diperoleh nilai Rp 492,61 miliar. Sementara untuk objek penilaian adalah berupa tanah PT Krakatau Information Technology (Anak Perusahaan Perseroan) yang terletak di Jalan Raya Anyer KM. 3, Cilegon, Banten tercatat nilai Rp 30,51 miliar.
Lebih lanjut, untuk objek penilaian berupa tanah PT Krakatau Medika (Anak Perusahaan Perseroan) yang terletak di Jalan Semang Raya, Desa Kota Bumi, Kecamatan Pulomerak, Kabupaten Serang, Provinsi Banten diperoleh nilai sebesar Rp 203,61 miliar. Kemudian untuk tanah PT Krakatau Industrial Estate Cilegon (Anak Perusahaan Perseroan) yang terletak di beberapa lokasi di Kawasan Industri Krakatau Steel, Kota Cilegon, Provinsi Banten dan DKI Jakarta tercatat senilai Rp 750,59 miliar.
KJPP Aksa, Nelson dan Rekan yang menilai properti berupa Pabrik PT KHI Pipe Industries (Anak Perusahaan Perseroan) mencatatkan penilaian sebesar Rp 471,81 miliar.
Seperti diketahui, sepanjang Januari-September 2015, rugi bersih Krakatau Steel meningkat menjadi US$ 160,24 juta naik dibandingkan rugi pada periode sama tahun sebelumnya US$ 114,73 juta. Pendapatan perseroan tercatat turun menjadi US$ 993,38 juta dari tahun sebelumnya sebesar US$ 1,36 miliar. Sementara beban pokok tercatat US$ 1,01 miliar turun dari tahun sebelumnya US$1,32 miliar.
(gir/gir)