“Bedasarkan pemberitahuan otoritas bandara tersebut, Garuda untuk sementara waktu menghentikan operasi penerbangannya, mengingat erupsi Gunung Rinjani dengan sebaran abu vulkaniknya dapat membahayakan keselamatan penerbangan,” kata Vice President Corporate Communication Garuda Indonesia Benny S Butarbutar di Jakarta, Rabu (4/11).
Berdasarkan Notice to Airman (NOTAM) Nomor A2472/15 yang dikeluarkan otoritas penerbangan, dua bandara tersebut ditutup untuk sementara waktu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
1. Denpasar - Jakarta pp sebanyak 26 penerbangan
2. Denpasar - Surabaya pp 8 penerbangan
3. Denpasar – Yogyakarta pp 8 penerbangan
4. Denpasar – Kupang pp 3 penerbangan
5. Denpasar – Makassar pp 3 penerbangan
6. Denpasar – Bandung pp 2 penerbangan
7. Denpasar – Palembang pp 2 penerbangan
8. Denpasar – Manado pp 2 penerbangan
9. Denpasar – Tambolaka pp 2 penerbangan
10. Denpasar – Melbourne pp 4 penerbangan
11. Denpasar – Sydney pp 2 penerbangan
12. Denpasar – Perth pp 4 penerbangan
13. Denpasar – Narita (Tokyo) pp 4 penerbangan
14. Denpasar – Kansai (Osaka) pp 4 penerbangan
15. Denpasar – Seoul pp 2 penerbangan
16. Denpasar – Hong Kong pp 2 penerbangan
17. Banyuwangi – Surabaya pp 2 penerbangan
18. Denpasar – Beijing pp 2 penerbangan
19. Jember – Surabaya pp 2 penerbangan
20. Kupang – Tambolaka pp 2 penerbangan
Ia menyebut Garuda akan terus memonitor situasi dan perkembangan berkaitan dengan aktivitas Gunung Rinjani serta kesiapan Bandara Ngurah Rai Denpasar dan Bandara Belimbingsari Banyuwangi untuk kembali melaksanakan operasional penerbangan setelah kedua bandara dibuka kembali. (gen)