Darmin Nasution, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian meyakini mekanisme perizinan impor secara elektronik ini dapat memangkas waktu dari selama ini 8 jam menjadi kurang dari 1 jam.
"Setelah dilakukan perbaikan-perbaikan dan menurut saya sudah optimum, dengan 100 persen paper less tanpa tanda tangan basah di kertas, itu proses pengimporan bahan baku bisa selesai kurang dari 1 jam. Sebenarnya bisa lebih cepat dari itu," kata Darmin di Istana Kepresidenan, Kamis (5/11).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun tak berhenti di situ, Darmin mengatakan BPOM terus memperbaiki sistem pelayanan dengan menerapkan mekanisme pendaftaran tunggal (single sign on), yang mencakup proses perizinan di BPOM, Badan Karantina, maupun Direktorat jenderal Bea dan Cukai (DJBC). Pembaharuan sistem ini dianggap Darmin sukses mempersingkat proses perizinan impor obat dan makanan menjadi hanya dalam hitungan menit.
"Jangan lupa, kita masih mengimpor hampir seluruh bahan baku obat karena industri kita belum berkembang. Mudah-mudahan ke depan kita bisa (mandiri)," tuturnya. (ags)