Agus Amperianto, Field Manager PT Pertamina EP Rantau menjelaskan dari hasil riset awal, dari satu batang pohon diperoleh tegangan listrik sebesar 0,7 volt. Dengan menghubungkan beberapa pohon, baik seri maupun paralel bisa diperoleh voltase dan arus yang memadai untuk dikonversikan dalam bentuk daya listrik sedikitnya 12 Watt sehingga dapat menghidupkan empat lampu bohlam LED masing-masing 3 Watt untuk satu rumah penduduk.
“Tentunya makin besar daya yang diperoleh, makin banyak daya listrik yang bisa dimanfaatkan,” ujar Agus melalui keterangan pers, Jumat (6/11).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Lebih besar batang pohon yang dimanfaatkan lebih baik untuk menghasilkan voltase listrik yang lebih banyak lagi,” jelasnya.
“Penemuan ini diharapkan dapat diaplikasikan bagi masyarakat miskin yang tidak mampu memasang listrik, dan tempat-tempat terpencil yang belum terjamah listrik,” kata Agus.
Ia menjelaskan pengembangan pohon kayu listrik akan diintegrasikan dengan penghijauan dan peningkatan ekonomi bagi masyarakat. Pohon ini bernilai ekonomis karena daunnya dapat dimanfaatkan untuk pakan ternak dan dahannya dapat digunakan sebagai pagar kebun masyarakat. Selain untuk pakan ternak, daun kedongdong juga bermanfaat untuk ramuan herbal bagi kesehatan. (gen)