Project Manager OpenHydro Michael Lewis mengatakan Indonesia merupakan lokasi strategis untuk berinvestasi karena memiliki perairan yang luas dan terletak di antara dua samudera, sehingga arus listrik yang dihasilkan sangat potensial.
Selain itu, ia mengatakan bahwa PT PAL merupakan mitra yang tepat karena perusahaan tersebut memiliki fasilitas perakitan dan juga lokasi produksi yang cukup luas di Surabaya, Jawa Timur.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia melanjutkan, kerjasama OpenHydro dan PT PAL ini nantinya akan menghasilkan 150 unit turbin dengan daya masing-masing sebesar 2 Megawatt (MW) yang dihasilkan sampai 2023. Dengan demikian, diharapkan turbin-turbin ini mampu menghasilkan daya listrik sebesar 300 MW pada tahun tersebut.
"Hasil riset yang dilakukan oleh PT ASR menunjukkan adanya 10 lokasi potensial di Indonesia, mulai dari Selat Sunda hingga perairan dekat Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur. Kami masih dalam rangka survei," tambahnya.
"Akhir tahun ini kami akan rampungkan studi kelayakan. Lalu produksi tiga hingga empat turbin dulu, lalu meningkat jadi 10 turbin di tahun depannya dan meningkat lagi sampai produksi mencapai 25 turbin per tahun," tutur Lewis.
Kendati demikian, ia belum bisa memberitahu angka investasinya karena masih dalam tahap studi kelayakan. "Karena kita belum tahu berapa beban yang diperlukan untuk membuat satu unit turbin di Indonesia, tentunya hal ini akan kita kaji lagi di dalam studi kelayakan," tambahnya.
Di kesempatan yang sama, Business Development Offshore Construction PT PAL M. Ischaq mengatakan kalau kerjasama ini sudah masuk ke dalam rencana bisnis PT PAL tahun depan. Selain itu, perseroan juga akan mencari pembiayaan lain agar bisa mulai meproduksi turbin-turbin tersebut jika nilai investasi sudah diketahui dari hasil studi kelayakan.
"Memang kami perlu pembiayaan eksternal, namun kami akan mencari sumbernya kalau feasibility study ini selesai. Jika proyek ini rampung, kami harapkan listrik-listrik yang dihasilkan ini bisa diserap PT PLN (Persero) dengan skema Independent Power Producer (IPP)," tambah Ischaq.
Sebagai informasi, DCNS Group melalui OpenHydro telah melakukan proyek pembangkit listrik arus ombak dengan total daya sebesar 1 Giga Watt (GW) yang tersebar di Kanada, Perancis, dan Inggris. Sedangkan perusahaan sendiri melihat potensi listrik arus ombak sebesar 115 GW di seluruh dunia.
DCNS sendiri berharap lini usaha pembangkit listrik ini bisa menyumbang 1 miliar Euro bagi perusahaan di tahun 2025. Hingga akhir tahun 2014, DCNS Group telah membukukan pendapatan total sebesar 3,1 miliar Euro. (gen)