“Kami lihat pertumbuhan ekonomi tidak seperti yang diperkirakan. Perkirakan BI itu 4,85 persen ternyata realisasinya 4,73,” tutur Gubernur BI Agus D.W. Martowardojo di Kompleks Gedung Bank Indonesia, Jakarta, Jumat (6/11).
Agus mengungkapkan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal III 2015 terutama didorong oleh masih belum optimalnya belanja pemerintah dan rendahnya konsumsi domestik.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Jadi memang harga-harga komoditas dunia masih tertekan, termasuk komoditas andalan Indonesia,” ujar mantan Menteri Keuangan ini.
“Kami sekarang ini prediksi (pertumbuhan ekonomi) untuk 2015 antara 4,7 sampai 5,1 persen. Tentu kami harapkan ada pengeluaran pemerintah yang baik di kuartal keempat dan juga swasta yang akan melakukan investasi dan akan melakukan upaya untuk mendorong ekonomi,” ujarnya.
Selain itu, Agus kembali mengingatkan Indonesia masih harus mewaspadai pergerakan ekonomi dunia, terutama perkembangan ekonomi China dan Amerika Serikat.
“Dua risiko utama itu kelihatannya akan banyak berdampak pada negara-negara di dunia. Jadi kita juga perlu waspada,” ujarnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, pada akhir tahun ini Bank Sentral AS (The Federal Reserve) diperkirakan akan menaikkan tingkat suku bunga acuannya (Fed fund rate). Hal itu menimbulkan risiko pembalikan modal (capital reversal) dari negara berkembang, salah satunya Indonesia, ke negara maju. (gen)