“Dalam 1 tahun kerja kementerian ESDM, kita semua bergerak cepat membangun lanskap baru sektor energi dan mineral” ujar Menteri ESDM, Sudirman Said saat menggelar siaran pers, Minggu (8/11).
Selain dua hal itu, Menteri ESDM menyebutkan sejumlah keberhasilan lain dalam upaya kementeriannya mengatasi krisis energi, membangun fondasi baru pembangunan sektor energi, serta memperbaiki tata kelola sektor energi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kesuksesan lainnya, kata Sudirman, Kementerian ESDM berhasil mempercepat pengambilan keputusan sektor migas, termasuk wilayah kerja baru 12 blok Migas serta pengambilalihan PT Trans Pacific Petrochemical Indotama (TPPI).
Menurutnya, Kementerian ESDM juga telah mendorong beroperasinya enam smelter baru serta penandatanganan 10 amandemen Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batu Bara (PKP2B).
Di sektor listrik, Sudirman Said juga menjadikan program pembangkit listrik 35 ribu MW yang bergerak maju sebagai bukti kesuksesan.
Pada kesempatan terpisah, Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) justru menjaring keluhan dari calon investor ketenagalistrikan soal lambannya penetapan Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) terbaru, yang menjadi tanggungjawab Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) bersama PT PLN (Persero).
Berangkat dari hal tersebut, Kepala BKPM Franky Sibarani meminta Kementerian yang dipimpin oleh Sudirman Said tersebut segera berkoordinasi dengan PLN guna menetapkan revisi RUPTL untuk periode 2015-2024.
"Banyak investor di bidang listrik mengeluh karena proses penetapan RUPTL cukup lambat. Tapi pesan ini sudah saya sampaikan ke Menteri ESDM dan ini Kementerian ESDM sedang melakukan proses itu (penetapan RUPTL)," ujar Franky Sibarani. (ags/gen)