Sekretaris Perusahaan NKE Djohan Halim menjelaskan, kontrak jasa penambangan yang diperolehnya itu merupakan kontrak baru setelah selama periode 2009 sampai 2015 dipercaya Agincourt untuk membangun infrastruktur di tambang emas dengan cadangan 7,86 juta ons emas dan 73,48 juta ons perak tersebut.
“Dalam menyelesaikan proyek baru ini, NKE melakukan kerjasama dengan perusahaan dari Australia, Macmahon Holdings Ltd dengan porsi kerjasama 50:50. Proyek ini akan dimulai pada Januari 2016 dan ditargetkan langsung memberi kontribusi pendapatan tahun itu juga,” ujar Djohan dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia, Kamis (12/11).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, proyek ini juga membutuhkan penempatan dan pemadatan material pada tanggul penyimpanan tailings dan pembangunan akses jalan ke daerah penambangan terbuka baru.
Pada kuartal III 2015, emas yang berhasil dijual Agincourt dari tambang Martabe sebesar 65.357 ons sedangkan perak yang berhasil dijual sebanyak 593.149 ons. Agincourt dilaporkan meraup pendapatan US$ 82,5 juta selama periode tersebut.
“Selama kuartal III, harga emas di pasar dunia berfluktuasi antara US$ 1.081 per ons dan US$ 1.130 per ons. Harga rata-rata yang diperoleh Tambang Emas Martabe adalah US$ 1.126 per ons. Hasil yang baik di kuartal ini akan memberi dampak positif berkelanjutan terhadap keseimbangan kinerja tahun ini,” ujar Tim Duffy, Presiden Direktur Agincourt Resources dalam keterangan resmi. (gen)