Tambahan produksi sendiri didapat melalui upaya reaktivasi kedua sumur yang terdapat di lapangan tersebut, yaitu TBA-#4 dan TBA-#3 yang dilakukan pada tanggal 21 Oktober 2015.
Di mana hasil tersebut melebihi target produksi rerata bulan pertama yang ditaksir hanya mencapai 1.450 BPH.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
(Baca juga: 2016, PGN Jadwalkan Pengiriman 5 Kargo LNG dari FSRU Lampung)
Seperti diketahui, TBA-#4 dan TBA-#3 merupakan sumur pengembangan lepas pantai yang berada ±45 Km sebelah Barat Daya dari pantai pulau Salawati, Papua Barat. Sebelumnya, kedua sumur ini ditutup sementara pada tanggal 04 Juni 2010 lantaran berakhirnya kontrak penyewaan fasilitas penyimpanan dan pengolahan terapung atau Floating Production Storage and Offloading (FPSO) Brotojoyo. Padahal, lapangan TBA sendiri dinilai masih ekonomis untuk diproduksikan.
Setelah melalui proses pengadaan dan persiapan operasi meliputi instalasi hook-up FPSO dan beberapa perizinan, FPSO pun kembali dioperasikan secara penuh pada tanggal 21 Oktober 2015.
Setelah melalui proses pengadaan dan persiapan operasi meliputi instalasi hook-up FPSO dan beberapa perizinan, FPSO pun kembali dioperasikan secara penuh pada tanggal 21 Oktober 2015.
Dari catatan Pertamina, FPSO Brotojoyo dapat menampung produksi minyak mentah sebanyak sekitar 450,000 barel dan telah dilengkapi dengan kompresor untuk membantu pengangkatan produksi sumur TBA-#3 dan TBA-#4 dengan cara Gas Lift.
(dim)