Mantan Chief Executive Officer (CEO) PT Citilink Indonesia itu menjelaskan, Pondok Cabe akan menjadi bandara penghubung menuju beberapa kota berjarak pendek di Jawa, Sumatera, dan Kalimantan dengan menggunakan pesawat ATR 72-600.
“Ada rute-rute pendek dengan waktu tempuh kurang dari dua jam yang belum terakomodir. Pondok Cabe akan kami manfaatkan untuk mengakomodir permintaan penerbangan tersebut,” kata Arif di sela pertemuan tahunan Asosiasi Maskapai Asia PAsifik (AAPA) ke-59 di Nusa Dua, Bali, Jumat (13/11).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Garuda Indonesia sendiri saat ini memiliki 11 pesawat ATR jenis 72-600 dan akan mendatangkan lagi sembilan pesawat serupa yang siap dioperasikan pada tahun depan.
Tak hanya Pondok Cabe, Garuda menurutnya juga tengah membidik sejumlah bandara di wilayah Timur Indonesia untuk dijadikan feeder line-nya. "Masih banyak di Indonesia timur, tapi saya tidak hapal jumlahnya," tuturnya.
Pada kesempatan yang sama, Komisaris Utama Garuda Indonesia Jusman Syafii Djamal mendukung rencana manajemen untuk memanfaatkan bandara-bandara kecil sebagai feeder line. Rencana tersebut dipastikan akan menjadi topik pembahasan dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) mendatang.
"Kami tambah pesawat ATR tahun ini sembilan karena kami mau memperkuatnya menjadi feeder line. Bagaimana pun juga kami ingin sama perannya dengan feeder line-nya Lion Air atau Wings Air,” tuturnya.
Menanggapi rencana tersebut, Menteri Perhubungan Ignasius Jonan mmengatakan pemerintah masih perlu melihat hasil evaluasi teknis terkait rencana sinergi pemanfaatan aset BUMN tersebut.
"Itu kan dikelola Pertamina, tunggu saja Pertamina belum minta izin ke saya. Kita lihat saja nanti evaluasi technical asset-nya," ujar Jonan singkat. (gen)