Dalam perjanjiannya, PGN akan membangun dan mengembangkan infrastruktur gas bumi untuk berbagai segmen pelanggan mulai rumah tangga, transportasi, UKM, komersial, industri dan kelistrikan di kawasan tersebut.
“PGN menyampaikan terima kasih atas kepercayaan Pemprov Kepri untuk membangun infrastruktur dan mengembangkan pemanfaatan gas bumi di wilayah ini. Melalui sinergi antara pasokan, infrastruktur dan pasar pemanfaatan gas bumi akan lebih optimal, sehingga dapat memperkuat ketahanan energi dan mendorong perekonomian di Kepri dan Indonesia,” ujar Direktur Infrastruktur dan Teknologi PGN Djoko Saputro dalam keterangan resminya, Jumat (13/11).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tak cuma itu, perusahaan pelat merah yang juga melantai di bursa efek dengan kode PGAS tersebut akan membangun pipa gas yang menghubungkan lapangan migas di laut Natuna dengan pulau-pulau utama di Kepri seperti Batam dan Bintan sepanjang 600 km.
“Selama ini kami hanya melihat sumber-sumber gas bumi di Kepri diangkut ke Singapura dan daerah lain tanpa mendapatkan manfaat yang semestinya. Bersama PGN, Pemprov Kepri ingin menjadikan gas bumi sebagai energi baik bagi pembangunan dan kesejahteraan masyarakat," tutur Rahminuddin, Kepala Dinas Pertambangan dan Energi Pemprov Kepri.
Saat ini, perusahaan juga sedang menyelesaikan sejumlah proyek infrastruktur di beberapa wilayah. Sementara itu total pelanggan PGN sampai dengan saat ini sudah menembus angka 105 ribu dengan segmen rumah tangga, UKM, komersial, industri, transportasi dan kelistrikan.
“Dengan pengalaman lebih dari setengah abad, PGN akan terus mendorong pemanfaatan gas bumi, melakukan sinergi dengan stakholders lain dan menjadikan gas bumi sebagai energi bagi kemajuan Indonesia. Gas bumi juga terbukti sebagai energi baik yang ramah lingkungan, efisien dan aman. Banyaknya keuntungan gas bumi itulah yang ingin disebarluaskan PGN ke masyarakat di berbagai wilayah di Indonesia,” tandas Joko. (dim/gen)