Dalam agenda yang diterima CNN Indonesia, dalam pekan pertemuan pemimpin APEC (Leaders Week) hari ini, para pemimpin dari 12 negara anggota Trans Pacific Partnership (TPP), serta 12 negara Kemitraan Ekonomi Komprehensif Regional, dan tiga negara pendiri Aliansi Pasifik, yang semuanya tergabung dalam APEC akan berkumpul. Menteri Perdagangan Indonesia, Thomas Trikasih Lembong masuk dalam daftar pemimpin yang akan mengikuti pertemuan tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Studi ini diharapkan berkembang menjadi acuan penerapan TPP yang saat ini baru diikuti oleh 12 negara.
APEC Manila juga secara resmi meluncurkan APEC Trade Repository (APECTR) yang bertujuan untuk menjadi pusat referensi kawasan dan diharapkan memperlancar arus barang dalam perdagangan antar-anggota.
Berdasarkan keterangan resmi Komite APEC, Minggu (15/11), APECTR berisi sedikitnya delapan hal. Pertama, daftar tarif impor di antara anggota WTO yang tidak menyelenggarakan kawasan perdagangan bebas atau Most-Favoured-Nation (MFN). Kedua, preferential tariff rates.
Ketiga, daerah atau negara asal barang alias Rules Of Origin (ROO). Keempat, informasi mengenai inisiatif untuk mempromosikan fasilitasi perdagangan di antara ekonomi anggota. Kelima, kesepakatan perdagangan lain yang berhubungan dengan hambatan perdagangan teknis.
Keenam, segala peraturan atau undang-undang mengenai bea cukai dan perdagangan. Ketujuh, persyaratan dokumen dan prosedur yang dibutuhkan oleh pelaku usaha dalam aktivitas ekspor dan impor.
Terakhir, informasi mengenai Authorize Economic Operations (AEO), termasuk Mutual Recognition Agreements (MRA) dan daftar AEO yang memenuhi persyaratan Organisasi Kepabeanan Dunia (World Custom Organization/WCO).
Semua itu merupakan bagian dari 10 agenda penting yang menjadi fokus pembahasan di KTT APEC 2015, selain isu mengenai transisi ekonomi, ketimpangan ekonomi dan pemerataan pertumbuhan, integrasi pasar, dan lain-lain.