Geun-hye mencatat setelah krisis finansial melanda 2008, pertumbuhan ekonomi Asia-Pasifik melambat. Hal itu turut menyeret perekonomian dan pertumbuhan perdagangan Korsel yang menjadi kunci pertumbuhan negara tersebut.
"Ekonomi regional APEC tidak bisa lagi mengambil manfaat pertumbuhan ekonomi seperti dulu. Kita perlu membuat mesin pertumbuhan yang baru. Untuk tujuan ini, kita harus melipatgandakan usaha kita untuk lebih memperkuat integrasi ekonomi regional," ujar Geun-hye dalam wawancara dengan Sekretaris Jenderal APEC, dikutip Selasa (17/11).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu Korsel sedang melaksanakan Rencana Tiga Tahun Inovasi Ekonomi, yang bertujuan untuk meningkatkan jumlah tenaga kerja sebanyak 70 persen guna mengejar pertumbuhan ekonomi sebesar 4 persen pada 2017 mendatang.
Menurutnya APEC merupakan forum terkemuka untuk mengintegrasikan ekonomi regional melalui liberalisasi perdagangan dan investasi. Untuk itu ia berharap bahwa banyak isu lintas sektoral akan menjadi agenda dalam Rapat 2015 Pemimpin Ekonomi APEC di Manila Filipina.
"Beberapa topik penting termasuk integrasi regional, reformasi struktural, ekspansi dan kerja sama di bidang perdagangan jasa, langkah-langkah untuk mendukung globalisasi UKM, pembangunan pedesaan, tanggap bencana dan banyak hal lain yang perlu ditangani untuk mencapai pertumbuhan yang inklusif dan berkelanjutan di kawasan Asia-Pasifik," ujarnya. (gen)