"Industri jasa keuangan harus melakukan screening kepada setiap industri yang akan dibiayainya sebagai langkah awal ekonomi berkelanjutan," kata Ketua Dewan Komisioner OJK Muliaman D. Hadad dalam seminar internasional bertajuk Sustainable Finance to Support Sustainable Development Goals di Jakarta, Senin (23/11).
Muliaman mengatakan, pembiayaan sebaiknya diberikan kepada industri-industri yang telah menerapkan manajemen risiko lingkungan hidup dan sosial dalam aktivitas bisnisnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Terutama pendanaan kepada sektor-sektor yang memiliki multiplier effects yang besar dapat mendorong pertumbuhan yang berkelanjutan. Selain itu, untuk menghindari bubble economy, sektor finansial harus berjalan seiring dengan sektor riil," ujar dia.
Program keuangan berkelanjutan tersebut, katanya, tidak hanya berupaya untuk meningkatkan porsi pembiayaan pada sektor-sektor prioritas yang memiliki dampak berganda yang tinggi.
"Seperti sektor energi, infrastruktur, industri pengolahan, pertanian dan UMKM juga untuk meningkatkan daya tahan dan daya saing lembaga jasa keuangan di lndonesia. Hal ini tentunya akan mengubah cara pandang dan tindakan yang diambil dari lembaga jasa keuangan yang akan mengintegrasikan prinsip-prinsip keuangan berkelanjutan dalam menjalankan bisnisnya," katanya. (gen/antara)