Melalui aksi korporasi tersebut, Pfizer juga berencana untuk memindahkan kantor pusat dari New York, Amerika Serikat (AS) ke Irlandia.
Seperti dilansir Reuters, akuisisi tersebut dilakukan Pfizer untuk mengurangi beban pajak yang membengkak di AS. Dengan sengaja memindahkan kantor pusat ke Irlandia, perusahaan farmasi AS itu mengharapkan beban pajak yang lebih murah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Calon Presiden AS dari Partai Republik, Donald Trump, juga menyayangkan kebijakan Pfizer itu. "Pfizer meninggalkan kita dan membuat banyak orang kehilangan pekerjaannya adalah sebuah tindakan yang menjijikkan," ujarnya.
Padahal, akuisisi ini merupakan akuisisi termahal di dalam sejarah dan membuat nilai saham gabungan kedua perusahaan sebesar US$ 300 miliar. Rekor nilai akuisisi terbesar sebelumnya juga dilakukan oleh Pfizer terhadap perusahaan farmasi lain asal AS, Warner-Lambert dengan nilai US$ 111,7 miliar pada tahun 2000 silam.
Selain Warner-Lambert dan Allergan, Pfizer juga pernah melakukan akuisisi terhadap Wyeth di tahun 2009 dan Pharmacia di tahun 2003 dengan nilai masing-masing US$ 68,3 miliar dan US$ 59,8 miliar. (ags)