Dalam laporan keuangan bulanan, BTN mampu mencatatkan outstanding kredit mencapai Rp 122,26 triliun hingga Oktober 2015. Jumlah tersebut meningkat 18,61 persen dari capaian di periode yang sama 2014 senilai Rp 103,07 triliun.
Dari segi aset, perseroan mampu mengoleksi sebanyak Rp 167,44 triliun per 31 Oktober 2015. Nilai tersebut tercatat menanjak 18,29 persen dari Rp 141,55 triliun sampai akhir Oktober 2014.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Sementara laba bersih BTN tercatat Rp 1,39 triliun, atau memenuhi 88 persen dari total ekspektasi pasar tahun ini. Realisasi itu mencakup 73 persen dari prediksi setahun kami, yang kemungkinan akan dikoreksi,” ujar Tjandra Lienandjaja, Analis Mandiri Sekuritas dalam riset, Selasa (24/11).
“Beban provisi perusahaan turun pada Oktober NPL turun sekitar 20 basis poin. Menghasilkan lonjakan laba pada bulan tersebut sebesar Rp 163 miliar, naik 88 persen secara tahunan dan 55 persen secara bulanan,” jelasnya.
“Kami optimistis akan mencapai target akhir tahun. Peluangnya masih terbuka lebar dan potensi untuk meningkat menjadi lebih baik ada,” ujarnya Oktober lalu.
Maryono memproyeksikan kredit yang diberikan Perseroan akan terus tumbuh sampai dengan akhir 2015. Ia mengaku mempunyai target sampai dengan akhir tahun pertumbuhan kredit berada pada kisaran 18–19 persen.
Ia menyatakan pertumbuhan kredit masih cukup tinggi, karena permintaan pasar terhadap kebutuhan rumah masih sangat besar. Perseroan melakukan kegiatan promosi bersama mitra pengembang pada daerah-daerah potensi penyerapan kebutuhan rumah tinggi.
“Langkah ini dilakukan perseroan sekaligus guna mendukung target pencapaian satu juta rumah yang dicanangkan pemerintahan Jokowi-JK. Respon masyarakat sangat tinggi atas program ini,” jelasnya. (gen)