Sedianya, lima bank tadi akan bertindak sebagai Joint Mandated Lead Arrangers untuk proyek fasilitas berjangka sebesar AS$ 200 juta dengan SCB sebagai koordinator utama.
"Perjanjian ini mencerminkan reputasi kemampuan kredit Perseroan yang baik di mana kami masih dapat memperoleh pendanaan di tengah harga minyak yang rendah saat ini," ujar Lukman Mahfoedz, Direktur Utama Medco Energi seperti dalam keterangan resmi yang dikutip Rabu (25/11).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun, katanya manajemen Medco Energi memilih untuk menggunakan fasilitas berjangka sebesar US$ 200 juta yang menunjukkan 1.75 kali over subscription.
Sejak April 2015 lalu atau ketika fasilitas produksi gas mencapai penyelesaian mekanik, Proyek Hulu Gas Senoro telah memproduksi gas yang stabil dan saat ini telah memproduksi gas di atas kewajiban kontrak hariannya sebesar 250 juta kaki kubik per hari (MMSCFD). Ada pun target produksi gas terakumulasi adalah sebesar 69.440 BBTU pada akhir 2015.
Sampai saat ini, gas telah dialirkan ke PT Donggi Senoro LNG (DSLNG) sebuah perusahaan patungan dari Medco Energi, PT Pertamina (Persero), Mitsubishi dan Kogas, untuk memproduksi LNG. Sampai saat ini, DSLNG telah mengirimkan 9 kargo kapal LNG dan berharap dapat mengirimkan 12 kargo kapal ke pembeli hingga akhir tahun 2015.