Juswar Halim, Direktur Utama Satya Agrindo mengungkapkan selain lebih efisien, penggunaan pupuk bio organik juga dapat memperbaiki struktur tanah. Satya Agrindo disebutnya bekerjasama dengan PT Kujang Agri Mulia dalam menghasilkan pupuk bio organik NPK Hi-Grade dan Haramax.
“Konsumen yang menggunakan NPK Hi-Grade bisa lakukan komparasi dengan pupuk lain. Kalau biasanya menghabiskan pupuk sebanyak 9-12 kilogram per tahun, dengan menggunakan NPK Hi-Grade cukup rata-rata 6 kilogram per tahun,” kata Juswar Halim dalam keterangan pers, dikutip Kamis (26/11).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Kami melihat peluang untuk mengisi kebutuhan perkebunan sawit nasional. Pupuk NPK Hi-Grade termasuk produk pionir di industri pemupukan nasional. Karena ada beberapa jenis mikroba yangterkandung dalam NPK Hi-Grade,” tambah Juswar.
Di dalam Haramax dan NPK Hi-Grade, kata Sugiyono, terdapat pula kandungan Humic Acid maupun Mycorrhiza untuk menjaga ketahanan tanaman dari dampak negatif kekeringan.
Sebagai bentuk dukungan kepada industri sawit, Satya Agrindo berpartisipasi sebagai peserta pameran di 11th Indonesian Palm Oil Conference and 2016 Price Outlook, 26 - 27 November 2015, di Bali Nusa Dua Convention Centre. Konferensi dan pameran tahunan ini adalah acara resmi Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI).
Untuk meningkatkan penjualan, Satya Agrindo berencana membuka beberapa depo dan agen di daerah supaya memperluas jangkauan pemasaran. Dengan pertimbangan, jaringan pemasaran cukup menentukan jumlah penjualan.
“Karena itu, strategi kami bekerjasama dan membuat agen di beberapa pulau besar di indonesia terutamadengan lahan perkebunan sawit yang luas. Seperti di daerah Medan, Jambi, Riau, Sumatra Selatan dan Kalimantan untuk meningkatkan penjualan,” pungkas Juswar. (gen)