“Hasil lelang dari Perusahaan Listrik Negara (PLN) masih kami tunggu. Kalau berhasil, kami ingin dibagi rata. Medco Power 50 persen dan Mitsui 50 persen,” jelas Direktur Utama PT Medco Power Indonesia, Lukman Mahfoedz di Jakarta, Kamis (26/11).
Lukman memperkirakan pembangunan PLTGU tersebut bakal memakan waktu hingga tiga tahun. Dia menambahkan, perseroan saat ini tengah mempersiapkan anggaran pendanaan untuk pembangunan proyek tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya, Medco Power telah menandatangani perjanjian kerjasama dengan dengan PT Pertamina (Persero) terkait pasokan gas alam cair ke PLTGU Jawa I. Nantinya, volume gas dari Pertamina diperkirakan mencapai 250 juta kaki kubik per hari (mmscfd).
“Kami memang ingin ikut andil dalam proyek 35.000 MW. Medco Energi itu sudah menjadi salah satu perusahaan migas swasta nasional selama 35 tahun. Sekarang, kami juga berharap menjadi perusahaan IPP nasional,” kata Lukman.
Medco Power hingga saat ini telah mengoperasikan sejumlah pembangkit berkapasitas total 1.620 MW, yakni di Jawa Tengah, Batam, dan Sumatra Selatan.
Selain itu, Medco juga tengah mengembangkan dua proyek pembakit listrik tenaga panas bum, yakni PLTP Sarulla di Sumatera Utara berkapasitas 3 x 110 MW dan PLTP Ijen di Jawa Timur berkapasitas 2 x 55 MW. Tak hanya itu, perseroan juga mengembangkan sejumlah pembangkit mini hydro.
Lukman Mahfoedz pernah menyatakan, Medco Power menargetkan produksi listrik hingga 2.100 MW.