Gubernur BI Agus D.W. Martowardojo menilai keputusan IMF tersebut secara otomatis memperkuat kedudukan yuan dalam perdagangan dan investasi global, di mana posisinya menjadi sejajar dengan dolar, euro, poundsterling dan yen.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Nanti kegiatan untuk ekspor-impor dengan menggunakan mata uang renminbi dan rupiah makin dapat diwujudkan tapi perlu sosialisasi yang baik oleh otoritas di Tiongkok yang bertanggung jawab terhadap yuan,” ujarnya.
Sementara itu, total ekspor non migas Indonesia ke Negeri Tirai Bambu mencapai US$11,01 miliar atau 9,88 persen dari total ekspor non migas Indonesia dalam periode yang sama US$111,46 miliar.
IMF pada Senin (30/11) waktu Amerika Serikat memutuskan untuk memasukkan yuan ke dalam keranjang mata uang cadangan SDR, melengkapi dolar, euro, poundsterling dan yen yang telah lebih dulu masuk. Hal ini secara tidak langsung merupakan kemenangan bagi upaya Beijing untuk mendapat pengakuan sebagai kekuatan ekonomi global.
Untuk memenuhi persyaratan IMF, Beijing telah melakukan serangkaian reformasi dalam beberapa bulan belakangan seperti akses lebih baik bagi warga asing untuk masuk ke pasar mata uang China dan memperpanjang jam perdagangan yuan. (ags)