Salah satu Direktur Indonesian Petroleum Association (IPA) Sammy Hamzah mengatakan akibat anjloknya harga minyak dunia, seluruh kontraktor kontrak kerjasama (KKKS) yang beroperasi di Indonesia gagal mencapai target investasi senilai US$ 23 miliar.
"Saya yakin akan ada pengurangan investasi lagi tahun depan. Sebagian besar akan ada konsolidasi dari perusahaan-perusahaan yang tidak mampu menahan gempuran pelemahan harga minyak dunia," ujar Sammy saat ditemui di Hotel Dharmawangsa, Jakarta, Rabu (2/12).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski perusahaan banyak yang menyadari pentingnya upaya eksplorasi, namun menurut Sammy potensi tersebut terancam tidak dapat digali akibat banyak perusahaan yang enggan menggelontorkan biaya operasinya untuk melakukan eksplorasi. Perusahaan lebih memilih memastikan operasional yang ada saat ini tetap berlanjut dan produksi migas tetap berjalan meski volume produksi menurun.
"Tidak ada perusahaan yang ingin menyetop produksi. Menyetop produksi minyak tidak seperti menyetop produksi sepatu. Jika berhenti produksi hari ini, besok tidak bisa langsung dilanjutkan. Di Migas tidak segampang itu," jelasnya.
"Tapi bagi perusahaan yang keuangannya tidak terlalu baik maka mereka akan menjual asetnya. Sekarang sudah ada beberapa yang melakukan itu," ungkapnya.