Direktur Jenderal (Dirjen) Bea Cukai, Heru Pambudi menyebut, salah satu di antaranya adalah produsen otomotif besar yang berniat membangun PLB untuk komponen otomotif di kawasan industri Jababeka, Cikarang, Jawa Barat. Namun sayangnya, ia enggan menyebut siapa produsen yang dimaksud.
"Kemungkinan sih di Jababeka karena kan sentra otomotif masih di situ kan. Jadi produsen-produsen otomotif yang di sekitar bisa mengambil komponen dari tempat penimbunan itu," ujar Heru ketika ditemui di Gedung BKPM, Kamis (3/12).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Mereka menawarkannya seperti itu. Tapi kami tak menutup kemungkinan, kalau ada lagi yang ingin mengelola kawasan otomotif itu ya silahkan saja," tuturnya.
"Tapi bagi kami sekarang yang jadi prioritas adalah PLB bagi sektor tekstil. Kemarin sudah ada yang minat untuk bangun PLB bagi mesin-mesin tekstil, kami harap itu bisa melengkapi PLB tekstil lain yaitu kapas yang berlokasi di Cikarang Dry Port (CDP)," tambahnya.
Ia juga berharap implementasi PLB oleh para investor swasta ini bisa mulai dilakukan pada tahun depan mengingat Peraturan Pemerintah terkait PLB sudah keluar yaitu PP no. 85 tahun 2015. Pada bulan Desember ini, ia berharap Peraturan Menteri Keuangan (PMK) dan juga Peraturan Direktur Jenderal (Perdirjen) juga bisa segera terbit.
"Di sela-sela waktu itu, kita lakukan pendampingan kepada para investor. Mereka semua sudah berkonsultasi dengan kita, dan kita juga sudah beritahukan hal-hal teknis. Semoga setelah ini semua keluar, bisa langsung jalan awal tahun depan," tuturnya.
Selain Astra, PT AKR Corporindo Tbk yang membangun Java Integrated Industrial Port Estate (JIIPE) bersama PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) I juga berencana membangun PLB bagi komoditas gandum, jagung, dan kedelai. (gir)