Salah satu pertanyaan meluncur dari mulut Anggota MKD Akbar Faisal, yang menyoroti soal cadangan terbukti mineral di Grasberg yang mencapai 2,52 miliar ton bijih. Selain itu, Akbar juga mempertanyakan kontribusi Freeport terhadap perekonomian nasional sejak pertama kali beroperasi pada 1967.
"Berapa yang telah didapatkan Freeport sejak awal beroperasi dan apa yang telah Freeport berikan buat Indonesia," tanya Akbar di gedung DPR, Kamis (3/12).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pada 2014 saja (keuntungan yang Freeport berikan buat Indonesia) sebesar US$500 juta," ujar Maroef.
"Sejak kontrak karya yang kedua, 1992 hingga 2014 (sumbangan Freeport) itu sebesar US$15,8 miliar," katanya.
Sebelumnya, Direktur Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) Kementerian Keuangan Anandy Wati mengatakan pemerintah sampai saat ini baru mengantongi 9,36 persen saham PT Freeport Indonesia. Namun, Freeport tidak pernah membagikan sebagian labanya (dividen) kepada pemerintah sejak 2012. Padahal, tegas Anandy, pemerintah setiap tahun menargetkan penerimaan khusus dari setoran dividen Freeport sebesar Rp1,5 triliun.