“Kita belum prediksi, kira-kira mungkin di 10 persen. Tapi saya pikir itu belum (pasti) nanti di bulan Januari, Februari (2016) baru kita bisa mulai prediksi,” kata Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) REI Eddy Hussy kala ditemui di sela Rapat Kerja Nasional (Rakernas) REI 2015 di Hote Ritz Carton Mega Kuningan, Jakarta, Kamis (3/12).
Ada beberapa alasan yang membuat Eddy optimistis. Pertama, pertumbuhan ekonomi kuartal III tahun ini sebesar 4,74 persen sudah menunjukkan perbaikan dibandingkan kuartal sebelumnya. Selain itu, kepercayaan masyarakat kepada pasar sudah menunjukkan adanya peningkatan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Kalau yang high-end itu tidak naik (penjualannya) tapi juga tidak turun, sebelumnya malahan turun terus,” kata Eddy.
“Kalau itu sudah selesai saya yakin kepercayaan masyarakat akan mulai naik lagi. Kapan? Kalau menurut kami sebagai pengusaha pertengahan tahun depan,” ujarnya.
Untuk diketahui, tahun ini sendiri, industri properti diperkirakan hanya mencapai 5-6 persen menyusul perlambatan ekonomi. Adapun sektor properti yang paling terpukul adalah properti untuk kelas menengah ke atas (high-end) .
Menurut Eddy, kinerja penjualan properti untuk kelas menengah dan menengah ke bawah masih bisa menunjukkan peningkatan salah satunya karena ada program sejuta rumah pemerintah.
“Seperti FLPP (Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan) untuk program sejuta rumah, dulu kan kita selalu tidak terserap. Tahun ini di-launching April 2015, dana-dana itu baru mulai bergulir di Mei 2015, di bulan Septemer 2015 dana-dana itu sudah habis,” katanya. (gir/gir)