Kepala Riset Universal Broker Indonesia Satrio Utomo mengatakan indeks Dow Jones Industrial (DJI) kembali rebound besar 369,69 poin atau 2,12 persen. Menurutnya, penutupan Dow Jones di level 17.847,63 jelas bagus, karena tak hanya resisten pertama di angka 17.625 yang ditembus, DJI bahkan ditutup di atas resisten kedua di 17.800.
“Alasannya standar, mereka (pelaku pasar) tidak takut pada Eropa lagi. Mereka tidak takut terhadap The Fed lagi. Data tenaga kerja yang positif mereka respon dengan bagus. Itu yang membuat DJI naik lagi,” ujarnya dalam riset, dikutip Minggu (6/12).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Bener ternyata dugaan saya kemarin, kalau ketakutan DJI terhadap Krisis Eropa itu ternyata hanya sehari doang. Tidak lama,” ungkapnya.
“Satu hal lagi yang menjadi catatan saya adalah, buang jauh-jauh pikiran anda bahwa market Amerika takut dengan kenaikan suku bunga. Saya heran masih banyak orang yang berpendapat seperti itu. Market takut The Fed lah, market takut Yellen. Sama sekali tidak. Market memang masih takut dengan harga minyak takut sedikit. Tapi tidak terhadap Yellen dan tidak terhadap kenaikan suku bunga,” katanya.
Lebih lanjut, Satrio memprediksi IHSG memiliki resisten pertama dengan gap di level 4.531-4.541. Menurutnya, jika level resisten itu bisa ditembus, maka berarti IHSG sudah memasuki trend naik lagi.
Sementara itu, Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat, IHSG di sepanjang pekan lalu bergerak dalam teritori negatif. Di akhir pekan, IHSG ditutup turun 0,64 persen ke level 4.508 dibandingkan penutupan di hari sebelumnya. Sementara secara mingguan, pergerakan IHSG di periode 30 November 2015 hingga 4 Desember 2015 mengalami pelemahan sebesar 1,14 persen dibandingkan penutupan di pekan sebelumnya yang berada di level 4.560,560 poin.
“Investor asing mencatatkan jual bersih di pasar saham dalam lima hari terakhir dengan nilai Rp2,29 miliar, dan secara tahunan, aliran dana investor asing di pasar saham masih tercatat net sell Rp22,01 triliun,” jelasnya. (gir)